Minggu, 01 Mei 2011

komponen kopling dan fungsinya

<script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=154315" type="text/javascript">
                    </script>


Prosedur Komponen Kopling dan Fungsinya


Kopling (Clutch)


Apakah Kopling (clutch) itu?

Kopling adalah suatu alat yang hanya dapat ditemukan pada kendaraan dengan transmisi manual. Kopling terletak antara bagian belakang mesin dengan ujung depan transmisi.

Apakah fungsi Kopling tersebut?

Kopling mengatur transfer gaya putar/torsi dari mesin ke pemindah daya.

Jika pedal kopling ditekan/diinjak, tidak ada gaya putar yang ditransfer dari mesin ke komponen yang lain dari pemindah daya.

Jika pedal kopling dilepas, gaya putar/torsi dari mesin ditransfer oleh pemindah daya ke roda penggerak.

Seperti yang akan diterangkan pada modul ini, terdapat perbedaan mekanisme yang digunakan antara transmisi otomatis dengan manual dalam mentransfer torsi dari mesin ke pemindah daya.

Bagaimana kopling bekerja?

Prinsip dasar bagaimana kopling bekerja seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut ini.

Jika pedal kopling ditekan (diinjak)

Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, poros engkol (crank saft) memutar drive disc dalam kopling. Selama disc yang lain (driven disc) tidak berhubungan dengan drive disc, maka tidak ada torsi yang ditransfer dari mesing ke pemindah daya.

Jika pedal kopling dilepas

Drive disc dan driven disc bersinggungan. Drive disc pada saat ini dapat memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input transmisi. Sebagai hasilnya, torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke pemindah daya. (Lihat gambar 2 berikut ini).



Rangkuman operasi kopling

Pengoperasian pedal kopling dapat memasang atau melepas gaya klem(kempitan) di dalam suatu rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly). Memasang gaya kelem (pedal kopling dilepas/tidak diinjak), memasang gaya putar(torsi) dari poros engkol mesin dilanjutkan ke pemindah daya. Melepaskan gaya kelem (pedal kopling diinjak) mencegah gaya putar (torsi) dari mesin diteruskan ke pemindah daya.

Komponen-komponen dari Kopling (Clutch)

Komponen utama dari kopling mulai dari roda gila (flywheel) adalah sebagai berikut :
·         Driven plate (juga dikenal sebagai piringan kopling, pelat kopling atau friction disc/piringan gesek)
·         Clutch pressure plate (plat penekan) dan covernya
·         Clutch release atau throwout bearing
·         Clutch release fork

Komponen-komponen kopling secara bersamaan membentuk rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly).


Komponen utama kopling dan fungsinya

Clutch release mechanism
Mekanisme Pembebas kopling
(Kabel, hubungan atau hidrolik)
Memungkinkan pengendara mengkopling dengan pedal kaki.
Clutch fork
Tuas/garpu kopling
Adalah tuas yang memberi gaya bearing pembebas melawan plat penekan
Pressure Plate
Plat penekan
Plat yang ditekan dengan spring(per) memberi gaya plat kopling melawan roda gila (flywheel)
Clutch disc
Pelat kopling
Piringan gesek yang dipasangkan ke poros input transmisi. Memuat permukaan gesek(kasar) antara roda gila dengan plat penekan.
Flywheel
Roda gila
Memberikan suatu permukaan gesek (kasar) pada plat kopling
Pilot bearing
(ring atau bearing)
Mendukung/menyangga bagian ujung depan dari poros input transmisi


Terdapat bervariasi desain dan bentuk dari komponen-komponen ini, akan tetapi fungsi dari masing-masing adalah sama.

Dua model yang umum dari kopling adalah :

·         Singgle plate clutch (Kopling plat tunggal). Seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 halaman 6. Tipe kopling ini umum digunakan pada kendaraan ringan, termasuk kendaraan ringan komersial.
·         Multy plate clutch (kopling multiplat). Digunakan pada kendaraan-kendaraan berat.


Nama-nama lain/alternatif untuk komponen-komponen kopling.

Beberapa komponen kopling dan nama lainnya adalah sebagai berikut :
Clutch housing…………..Bell housing……………………Rumah kopling
Clutch thrust bearing……Clutch throwout bearing………Bearing pembebas
                       kopling
Clutch plate………………Clutch driven plate…………….Plat kopling


Pemeriksaan Kerusakan Komponen Kopling (Clutch)


Ketidakberesan kopling – gejala-gejala yang mungkin timbul

Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly) :

·         Kopling selip pada saat dibebani
·         Bergetar
·         Gerakan kendaraan yang mengejut
·         Suara berisik yang tidak lazim
·         Tidak ada gerakan
·         Suara berisik pada saat pemindahan gigi


Masalah-masalah di lapangan

Pada beberapa kasus pemilik kendaraan berharap hanya mengganti satu atau dua komponen kopling dalam rangka memperbaiki suatu kerusakan.

Walaupun demikian, beberapa pabrik komponen membuat komponen kopling dalam bentuk kopling satu set yang berisi seluruh komponen kopling.

Jika pada situasi ini seluruh komponen dalam kopling set lebih baik diganti dari pada mengganti hanya satu bagian saja.

Suatu hal yang sangat penting secara hati-hati menerangkan hal ini kepada pemilik kendaraan karena mungkin mereka akan mengeluarkan beaya yang lebih banyak untuk mengganti satu set daripada mengganti satu bagian saja. Walaupun hal ini suatu hal yang kurang menguntungkan dari segi ekonomi akan tetapi membeli dan mengganti satu set kopling akan menghasilkan penghematan di masa depan.


Komponen-komponen yang berkorelasi dan item umum dalam perbaikan

Komponen yang biasa berhubungan dalam penggantian kopling adalah sebagai berikut :

·         Pilot bearing (sampai dengan bagian belakang poros engkol mesin)
·         Clutch release atau throwout fork (garpu pembebas kopling)
·         Adjustment rods (tangkai penyesuai/penyetel)
·         Clutch cable (kabel kopling)
·         Clutch pedal pad (injakan pedal kopling) dan clips (jepitan)
·         Clutch pedal pivots (tangkai pedak kopling) dan bushes
·         Tabung hidrolis
·         Oli/cairan hidrolis
·         Pipa/selang hidrolis
·         Buku manual servis
·         Peralatan servis


Penyetelan kopling

Pelanggan/pemilik kendaraan dapat mencari informasi tentang penyetelan kopling.

Sumber yang sesuai mengenai informasi ini tersedia pada buku spesifikasi dan prosedur meliputi :

·         Buku manual bengkel kerja (fotokopi pada halaman yang relevan)
·         Bengkel kerja pada tempat kerja anda
·         Pengalaman pribadi anda
·         Petunjuk dari pabrik atau agen dealernya




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar